Want to see more topics?

17 December 2019

Tipe-tipe sahabat yang pantas untuk dipertahankan

By: Ahmad Mu'Arif

mistergaje.blogspot.com
Requested by Ariel Amroe
   Halo! Kembali lagi dengan saya Mr. Gaje di sini. Dalam lingkungan sosial, setidaknya kita memiliki seseorang yang cukup dekat sebagai teman, tapi lebih berarti daripada teman-teman lainnya, sahabat. Dibanding teman-teman lain, sahabat adalah seorang yang jelas lebih dekat dengan kita, lebih peduli, dan pasti akan merasa ikut sedih jika kita sedang merasa sedih, senang ketika kita senang, sahabat selalu mengerti apa yang kita rasakan, menjadi pendengar yang baik, memberi solusi, sahabat adalah sosok terbaik dalam lingkungan sosial selain keluarga.
   Tapi terkadang.. Ada juga orang yang ingin bersahabat dengan kita tapi tidak berlaku layaknya seorang sahabat, atau bahkan malah menjadi seorang fake-friend. Jadi, tipe-tipe sahabat bagaimana yang pantas dipertahankan?


1. Peduli
   Seperti yang Mr. Gaje sertakan di atas sebelumnya, kepedulian adalah hal yang cukup penting dalam persahabatan. Seorang sahabat yang baik akan ingin memastikan keadaanmu baik-baik saja, dia mungkin akan cemas jika kamu berada di posisi yang sedang tidak mengenakkan seperti sakit, sedih, dan lain-lain.

2. Mengerti
   Seorang sahabat yang baik tentunya akan memahamimu, mencoba mencarikan jalan keluar untukmu atau memberi nasihat. Meskipun terkadang jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan harapan, terima saja, dia sedang mencoba untuk tidak mengabaikanmu, yang artinya dia ingin mengerti kamu lebih banyak.

3. Tolong-menolong
   Persahabatan akan berlangsung baik jika mereka saling tolong-menolong, bantu-membantu ketika berada di keadaan tertentu. Akan terkesan egois jika tidak ingin membantu atau memaksa seseorang untuk membantu.

   Untuk di zaman ini, selebihnya hanya itu yang saya dapatkan dari hasil penelitian saya. Walau begitu kita juga perlu seorang sahabat yang mengajak kepada kebaikan karena itu adalah titik terang untukmu. Memang dari ketiga penjelasan singkat di atas, sebenarnya ada pengecualian. Terkadang ada seorang yang memang memiliki rasa kepedulian rendah, atau memang karena jarang memiliki waktu luang karena seiring berjalannya waktu diri semakin berkembang dan memiliki semakin banyak aktifitas, kita harus bisa memakluminya. Kaku dalam memberi solusi, atau tidak mampu menolong, apa saja bisa terjadi dalam kehidupan sosial, jadi jangan berharap terlalu tinggi, belajarlah untuk membiasakan diri.

   Di zaman sekarang ini juga sudah sangat banyak kiranya ditemukan seorang fake-friend. Yang dimana itu berarti seorang 'teman palsu', seorang yang berpura-pura dalam menjadi teman kita, sering berbohong, tidak sesuai dengan kenyataannya. Lalu bagaimana untuk menghindari orang-orang seperti ini?

1. Pastikan latar belakangnya
   Bukan berarti kita langsung menodongnya dengan pertanyaan tajam mengenai latar belakangnya, kamu bisa menanyainya perlahan-lahan, layaknya seorang teman. Bisa saja kan dia memang bukan seorang fake-friend dan ternyata adalah seorang sahabat yang baik? Siapa yang tau?

2. Perhatikan cara bersikapnya
   Kalau dia jarang berkomunikasi denganmu tapi selalu tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan ketika bertemu denganmu secara berkala kemungkinan besar ini adalah seorang teman baik, atau bahkan sahabat yang baik, yang hanya jarang berkomunikasi denganmu. Tapi jika dia sering bertemu denganmu, hanya datang kepadamu di saat perlu, hal ini perlu dipertanyakan, kamu perlu menyelidiki lebih dalam tentangnya apakah dia seorang fake-friend yang akan menyakitimu atau real-friend yang sekedar jarang berkomunikasi denganmu. Terkadang ada yang memang seolah-olah hanya datang di saat perlu padahal bukan begitu yang dia maksud, bisa saja dia memang orang yang jarang berkomunikasi dan bersosialisasi seperlunya saja. Entahlah, cukup sulit untuk membedakan mana fake-friend dan mana real-friend.
   Terkadang sikap yang berubah-rubah juga perlu diselidiki apakah dia seorang fake-friend atau sekedar seorang yang memang emosinya mudah berubah. Apa hubungannya? Seorang fake-friend tergolong handal dalam menggunakan "topeng"nya.

3. Pastikan kamu sudah berteman cukup dekat dengannya
   Mungkin akan butuh waktu yang tidak sebentar, tapi setidaknya dari sinilah kamu bisa membuat keputusan nantinya. Tentu tidak akan sesederhana itu, dan mungkin kamu akan sedikit takut jika mendapati seorang fake-friend, kamu mungkin akan takut menjadi sedih sesedih-sedihnya. Jangan takut, kamu bisa sedih ketika kamu menyadarinya, cicil saja rasa sedih itu, jadi kemudian ketika kamu memiliki niat untuk meninggalkannya karena sudah menyakitimu, kamu bisa meminimalisir rasa sedihmu.

   Maaf kalau bahasa Mr. Gaje hari ini terkesan berbelit-belit. Semua ini kembali lagi kepada dirimu sendiri, bagaimana kamu bersikap kepada diri sendiri dan orang lain jelas itu akan berpengaruh dengan apa yang kamu dapatkan juga.
   Semoga kiranya bisa membuatmu lebih berhati-hati dalam membedakan mana fake-friend dan mana real-friend dalam lingkungan sosial persahabatan. Semoga bermanfaat, have a nice day!


   Kunjungi juga kami di facebook:

12 December 2019

Apakah seorang akhwat dikatakan munafik jika perkataan dan perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang ia kenakan?

~By: Ahmad Mu'Arif
mistergaje.blogspot.com

Requested by Hara
   Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, selamat datang kembali di Mr. Gaje edisi Bahas Islam. Sesuai request-an milik Hara di atas, apakah seorang akhwat disebut munafik, apabila perkataan dan perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang ia kenakan?

   Pertama, mari kita pahami terlebih dahulu definisi kata munafik. Dikutip dari uin-malang.ac.id , Munafik berarti tidak ada kesamaan antara yang diucapkannya dengan apa yang dilakukannya. Kata munafik seringkali digunakan untuk mengumpat atau menghardik seseorang yang kelakuannya menjengkelkan. Apa yang diucapkan tidak ada buktinya. Perkataannya baik tetapi perbuatannya jauh dari apa yang diucapkannya itu. Di dalam sebuah hadits nabi dikatakan bahwa, ada tiga tanda-tanda sebagai seorang munafik, yaitu apabila berkata berdusta, apabila berjanji memungkiri, dan apabila diberi amanah mengkhianatinya.


   Mengenai pertanyaan yang berkaitan, tergantung dengan apa dulu yang dia kenakan. Karena definisi Munafik berarti perkataan tidak sesuai perbuatan, jadi jika orang ini misalnya mengatakan bahwa seorang Akhwat harus menggunakan pakaian tertutup dengan benar, tapi misalnya ternyata dia sendiri masih salah atau bermalas-malasan menggunakannya atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali maka bisa dikatakan sebagai Munafik.
   Tapi bagaimana jika dia membahas hal lain? Maka begitu juga, itu menjadi tidak ada kaitannya dengan apa yang dia kenakan, apa yang dia pakai. Karena dari definisi kata Munafik ada dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisah, yaitu Perkataan dan Perbuatan. Contohnya saja seperti seorang Wali Kota yang menjanjikan akan dibuatnya sebuah jembatan besar pada daerah tertentu tapi ternyata uangnya justru digunakan untuk dirinya sendiri, seorang Siswa yang menyuruh orang lain rajin belajar tapi dia sendiri tidak belajar, dan lain-lain.
   Andaikata si akhwat berkata "Kamu harus melakukan rutinitas pagi seperti yang biasa aku lakukan", tapi ternyata dia berdusta dan apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan apa yang telah dia katakan, maka itu dikatakan munafik tapi tidak ada kaitannya dengan apa yang ia kenakan. Walau begitu, itu bisa merendahkan derajat atau harga dirinya sebagai seorang akhwat.

   Ah, tunggu! Ternyata saya kurang cermat dalam membaca pertanyaannya. "Apakah seorang Akhwat disebut Munafik apabila perkataan dan perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang ia kenakan?", bagaimana dengan yang satu ini, PERKATAAN dan PERBUATAN yang kali ini tidak sesuai dengan apa yang ia kenakan, apakah ini bisa dikatakan munafik?
   Ternyata jawabannya masih sama seperti poin sebelumnya. Dari pertanyaannya sudah bisa dipastikan orang itu munafik karena perkataan dan perbuatannya sudah tidak sesuai dari awal, tapi bagaimana jika itu tidak sesuai dengan yang ia kenakan? Kembali ke poin sebelumnya bahwa itu tidak ada kaitannya dengan apa yang ia kenakan, hanya akan mengurangi/merendahkan derajat atau harga dirinya sebagai seorang akhwat.

~> Kesimpulan
   Jawabannya adalah iya karena perkataan dan perbuatannya tidak sesuai, tapi tidak ada kaitannya dengan apa yang ia kenakan, walau begitu itu akan mengurangi/merendahkan derajat atau harga dirinya. Dan kamu tau? Ini berlaku kepada Laki-laki maupun Perempuan, Ikhwan maupun Akhwat.

   Sekian untuk pembahasan kali ini, semoga bermanfaat dan kiranya dapat membantu apa yang sedang kamu tanya-tanyakan. Terima kasih telah berkunjung untuk membaca, jangan lupa untuk berkunjung lagi lain kali! Kamu juga bisa membaca berbagai artikel menarik lainnya melalui postingan terbaru yang tertera di sebelah kanan (PC/Windows) atau di atas komentar (Android/IOS). Terus ikuti postingan terbaru Mr. Gaje ya! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Kunjungi juga kami di Facebook!

21 November 2019

Hijab Cosplayer, bagaimana hukumnya dalam Islam? | Mr. Gaje

~By: Ahmad Mu'Arif

~ Req by: Vina
   Cosplay (コスプレ Kosupure) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku permainan kostum disebut pemain kostum/cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai coser, salah satu cosplayer berbakat di Indonesia adalah Yukitora Keiji.
   Di Jepang, peserta permainan kostum bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar permainan kostum termasuk pemain kostum maupun bukan pemain kostum sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.

- Tulisan di atas dikutip dari Wikipedia -

Baca juga: Apakah seorang akhwat diperbolehkan menampakkan wajahnya di sosmed?

   Di Indonesia sendiri, cosplay sudah mulai sering dilakukan, dari para kaum pecinta anime, hingga merambat ke orang-orang biasa atau awam tentang anime. Ada banyak sekali karakter anime laki-laki maupun perempuan, tapi tidak jarang dari karakter perempuan ditemukan yang terkesan seksi atau bahkan memang karakter tersebut adalah karakter seksi dari anime tertentu yang dipilih seseorang kemudian di-cosplaykannya.
   Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang dimana dari 100% penduduknya 88% adalah Muslim. Mengenai Cosplay, banyak dari para muslimah yang juga suka dan ingin ikut cosplay, yang kemudian terciptalah tren "Hijab Cosplay", yang dimana itu menggambarkan seorang Muslimah mengcosplaykan suatu karakter tapi tetap menggunakan hijabnya.
   Dalam Islam sebenarnya saya belum menemukan ayat atau hadist yang membahas tentang ini (cosplay), tapi ini berkaitan dengan hijab, dan mengenakan hijab adalah kewajiban seorang perempuan. Banyak yang membahas tentang kewajiban berhijab, tapi bisa disimpulkan bahwa melakukan "Hijab Cosplay" adalah mubah atau boleh, tapi jika kamu mengcosplaykan karakter yang memamerkan aurat di bagian lainnya dan kamu menirunya, maka auratmu tetap akan dilihat orang, meskipun kamu sudah mengenakan hijab, dan ini akan membuatmu mendapat dosa, apalagi jika sampai itu menjadi sebuah foto, video atau lainnya dan disebar ke internet kemudian dilihat banyak orang ini akan menjadi dosa jariyah.


   Berikut ayat-ayat tentang kewajiban perempuan menutupi auratnya:

▪️◾◼️◾▪️
*
يَٰٓـأَيـُّهَا ٱلنَّبِيُّ قـُل لـِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنـَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡـمُؤۡمِنِينَ يُدْنِينَ عَلـَيۡهـِنَّ مِن جَلَٰبـِيبـِهـِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنـَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فـَلـَا يُؤذيۡنَ ۗ وَكـَانَ اللهُ غـَفـُورًا رَّحِيمًا (الأحزاب : ٥٩
   "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. al-Ahzab ayat: 59]

▪️◾◼️◾▪️
*
وَقـُل لـِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡـفـَظۡنَ فـُرُوجَهُنَّ وَلـَا يُبۡـدِينَ زِينَتـَهُنَّ إِلـَّا مَا ظـَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡـيَضۡرِبۡنَ بـِخُمُرِهـِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهـِنَّ ۖ … (النور : 31)
   Katakanlah (wahai Nabi Muhammad) kepada wanita- wanita mukminah, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (pakaian, atau bagian tubuh) mereka kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka [QS. an-Nur [24]: 31].
   Ayat ini merupakan seruan kepada seluruh kaum mukminah baik mereka ibu-ibu kaum mukminin atau selain mereka, entah mereka bangsa Arab maupun non- Arab.

▪️◾◼️◾▪️
*
…وَإذا سَأَلۡـتـُمُوهُنَّ مَتَٰعًا فـَسۡـئَلـُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقـُلـُوبـِكـُمۡ وَقـُلـُوبِهـِنَّ ۚ … (الأحزاب : 53
   Dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (istri- istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (yang menutupi kalian dan mereka). Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka. [QS. al-Ahzab [33]: 53].
   Ayat di atas adalah seruan kepada kalangan ibu-ibu kaum mukminah, yakni istri-istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Meski demikian, ayat ini berlaku umum untuk setiap wanita mukminah, mengingat penggalan akhir ayat di atas yang berbunyi, Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka, yang merupakan satu-satunya bukti bahwa ayat tersebut berlaku umum bagi setiap wanita mukminah. Karena itu, tidak ada satu orang pun dari kalangan muslimin yang mengatakan bahwa selain wanita istri-istri Nabi Muhammad (saw) tidak membutuhkan kesucian hati mereka dan hati para kaum laki-laki.

▪️◾◼️◾▪️
*
وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكـُنَّ وََلا تَبَرُّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلأوْلَىٰۖ … (الأحزاب : 33
   “Dan tetaplah kamu (tinggal) di rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj (berhias dan bertingkah laku) seperti tabarruj Jahiliah pertama….” [QS. al-Ahzab ayat: 33].
   Dalam tafsirnya, Al-Baghawi mengartikan kata wa qarna dengan tetaplah selalu berada di rumah kalian. Sedangkan tabarruj dipahaminya sebagai berjalan lenggak-lenggok, berpenampilan penuh keangkuhan. Ada juga yang mengartikannya sebagai memperlihatkan hiasan dan keindahan kepada kaum pria. Sedangkan maksud dari Jahiliyah pertama adalah masa di antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam. Ada juga yang berpendapat masa Nabi Daud (as) dan Sulaiman (as), dan ada lagi yang mengartikannya sebagai masa sebelum Islam. Lawan dari Jahiliyah pertama adalah Jahiliyah kedua, yakni pada saat sekelompok umat manusia di akhir zaman melakukan pekerjaan seperti yang di lakukan di masa Jahiliyah pertama, di mana kaum wanita ketika itu mengenakan pakaian yang dihiasi permata, tidak dijahit dari kedua sisinya.

▪️◾◼️◾▪️

- ( Sumber & selengkapnya : Klik disini ) -

   Tapi bagaimana jika tetap ingin melakukannya karena sudah menjadi hobi? Atau bahkan mungkin.. Pekerjaan?

» Pertama, temukan karakter yang cocok dibuat versi hijabnya. Jangan memilih karakter yang berbau merusak karakter creatornya ataupun Hijab Cosplay dengan tujuan untuk memperlihatkan, menonjolkan diri, dan jangan juga memilih karakter dari karakter seorang dewa atau pakaian khusus agama.

» Kedua, disarankan untuk membuat karakter sendiri atau OC (Original Character), atau bisa juga dengan membuat kostum lolita.

» Ketiga, kostum tidak ketat sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hindari menggunakan kostum yang memperlihatkan bagian tertentu. Pastikan jilbabnya menutupi dada.

   Walaupun perempuan berhijab, jangan biarkan itu sebagai batasan untukmu berkreativitas. Jadi, buat kalian yang mau memulai/meneruskan "Hijab Cosplay" ini, jangan takut, selama itu tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Semangat!

Baca juga: Apakah seorang akhwat diperbolehkan menampakkan wajahnya di sosmed?


   Kunjungi juga kami di Facebook:


18 November 2019

Apakah seorang akhwat diperbolehkan menampakkan wajahnya di sosmed?

~By: Ahmad Mu'Arif

   Halo para pembaca setia Mr. Gaje, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kali ini saya akan menjawab pertanyaan di atas. Sebelumnya perlu diketahui bahwa ini adalah remake dari artikel Mr. Gaje yang telah ada di Facebook jauh sebelum blog dan bahkan halaman Mr. Gaje dibuat. Klik disini kalau mau melihat postingannya.
   Saya harap kalian membaca setiap bagian dari artikel ini, khususnya untuk kaum wanita, demi menjaga derajat kalian.

   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
   "Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)

   Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:
● Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan.
● Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di sosial media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya.
Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.
● Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus.
Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dengan cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dengan tidak memajang fotonya.
● Betapa banyak wanita yang menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
● Fotomu bisa dicopy dan diedit oleh orang-orang jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal-hal lain yang merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dengan memakai foto-fotomu).
Saudariku yang senang bersosial media, ketika mengupload fotomu di internet maka kamu secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa kamu membebaskan siapapun bebas untuk memandangmu tanpa terkecuali. Lalu di mana penjagaanmu terhadap kehormatan kamu dan orang lain?


🔸 INI YANG PALING PENTING 🔸
● Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/
keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu.
● Semakin sang lelaki menghayalkanmu... Semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu.
● Janganlah kamu menyangka senyumanmu yang kamu tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!.
● Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu.... Bayangkanlah... Betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang auratnya diumbar di hadapan ribuan... Bahkan jutaan para lelaki??
● Jika kamu menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu... Maka kamu kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...
● Akan tetapi jika kamu umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahat menjadi santapan cacing dan ulat... Dan di akhirat kelak... Bisa jadi berubah menjadi bahan bakar Neraka Jahannam!

   Kesimpulannya, Iya, kamu boleh memposting wajahmu di sosmed tapi keep in mind bahwa kamu harus berhati-hati karena apa saja bisa terjadi di sosmed. Banyak dari mereka yang diam-diam atau bahkan dengan santai memberitahu bahwa dia menyimpan fotomu, yang kemudian suatu saat digunakannya sebagai bahan masturbasinya. Bayangkan berapa banyak dosa yang sudah kamu buat :)
   Selama kamu menutupi auratmu dan bisa dipastikan kamu tidak membuat para pria terangsang karenanya, maka itu tidak menjadi dosa.
   Lindungi dirimu sendiri.

Kunjungi juga Mr. Gaje di Facebook:

05 November 2019

Hukum memakai Softlens dalam Islam dan Dampaknya | Mr. Gaje

~By: Zulffa
mistergaje.blogspot.com

   Hai... Hai... Hai... Asalamu'allaikum teman-teman >\\<
Dijawab ya salamnya, jawab salam itu wajib hukumnya >\\<
   Jadi gini hehe
   Saya di sini sebagai admin baru nih, hehe sebagai perkenalan saya akan membahas topik yang tertulis di judul :'v
   Nah... Kita pasti udah sering liat cewe atau bahkan ada beberapa pria yang memakai softlens atau kontak lensa.
   Tujuan mereka memakai softlens atau kontak lensa pun beragam, ada yang beralasan untuk sebagai alat praktis pengganti kaca mata yang di anggap ribet dan tujuan lain mereka hanya untuk menambah kecantikan bola mata serta sebagai gaya hidup atau agar dikatakan trendy, tanpa mengetahui bahaya dan apa hukumnya. Nah kali ini saya akan bahas tuntas semuanya, kuy simak sampai akhir.

   Softlens atau lensa kontak adalah lensa korektif, kosmetik, atau terapi yang biasanya ditempatkan di kornea mata. Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak nampak saat dipakai. Banyak lensa kontak diwarnai biru untuk membuat mereka lebih mudah terlihat saat dibersihkan, disimpan atau saat dipakai. Namun tak hanya berwarna biru, banyak pula yang berwarna lain seperti merah, hijau, dan ada beragam jenis warna soflens yang lainnya, yang bertujuannya untuk mempercantik bentuk mata dan juga ada soflens yang sengaja di buat semirip mungkin untuk keperluan costplay seperti anime manga. Seiring berjalannya waktu produksi soflens semakin meraja lela dari produk lokal, internasional, murah, sampai abal-abalan tersedia di pasar bebas. Semakin banyak artist atau public figure yang menggunakan soflens akan mempengaruhi masyarakat untuk menggunakan benda tersebut tanpa melihat harga kualitas dan bahayanya. Di bawah ini saya akan memberi tahu beberapa dampak bahaya dari softlens.

1. Iritasi dan Mata merah
   Nah Ini adalah bahaya softlens yang paling sering terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti debu, pemakaian yang kurang benar dan terlalu lama dipakai.

2. Infeksi Kornea
   Bahaya infeksi kornea bisa terjadi jika kamu tidak merawat softlens dengan benar. Karenanya bakteri, jamur dan virus bisa tumbuh di softlens dan membuat alergi pada mata.

3. Noda Kornea
   Noda pada kornea dapat saja terjadi saat menggunakan softlens yang ketat pada mata. Sehingga menyebabkan mata menjadi alergi dan kekurangan oksigen. Selain itu, akan timbul noda pada kornea mata dan mata akan lebih sensitive terhadap cahaya.

4. Edema
   Edema merupakan penyakit pada mata yang menyebabkan mata merah dan berair pada saat melepas lensa pada mata serta pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena mata yang kekurangan oksigen dan kelelahan sehingga mengakibatkan pandangan kabur.
*kabur kaya cinta kamu buat aku:(

5. Blepharitis
   Tidak semua orang cocok dengan softlens yang digunakan, sehingga menimbulkan beberapa macam gangguan pada mata seperti inflamasi pada kelopak mata. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit blepharitis adalah kornea serasa terbakar, muncul kerak di kelopak mata, dan pembuluh darah di sekitar bola mata akan tampak lebih jelas.

   Kalau udah ada gejala kaya di atas segera periksa kedokter ya kawan:( . . . Jangan sampai mata kamu rusak, nanti kamu ga bisa liat masa depan kita :'v

   Lalu apa hukumnya dalam islam jika kita memakai softlens?
   Dalam agama Islam, penggunaan soflens di saat sekarang ini adalah untuk kecantikan sehingga tergolong sebagai perhiasan. Dalam berhias menurut ajaran Islam diperbolehkan asalakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam syariat Islam. Penggunaan soflens juga dihalalkan karena penggunaanya bisa sebagai perhiasan dan juga pengobatan. Ada beberapa merek soflens yang dihalalkan oleh MUI misalkan Lensza, dan Salsabila. Dalam penggunaan softlens agar tidak menjadi haram atau mubah maka yang harus diperhatikan adalah:
   Penggunaan soflens bertujuan untuk memperbaiki penglihatan berhias untuk kepuasan suami dan tidak memiliki niatan untuk pamer menggunakan soflens yang teruji kesehatannya dan sudah mendapatkan sertifikat halal agar tidak menyakiti diri sendiri.
   Sebaiknya digunakan seperlunya saja bertujuan agar tidak menyia-nyiakan harta.
   Penggunaan soflens tidak boleh bertujuan untuk menarik perhatian orang dan mencari ketenaran khususnya pada laki-laki.

🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸

DALIL TENTANG HARAMNYA PENGGUNAAN SOFLENS
   Israaf atau menyia-nyiakan harta juga harus diperhatikan adalam penggunaan lensa kontak. Karena harganya dipasaran sekitar 500 ribu rupiah sampai 1 juta untuk kualitas yang baik. Sedangkan lensa kontak murahan akan mudah menyebabkan mata iritasi dan infeksi. Ini termasuk perhiasan jika tidak ada indikasi medisnya. Maka hendaknya dipertimbangkan agar kita jangan menyia-nyiakan harta.

* Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻻ ﺗُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻪُ ﻻ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﺮِﻓِﻴﻦَ

   “Jangan kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Al An’am:141)


* Allah Ta’ala juga berfirman:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦِ

   “Sesungguhnya para pemboros itu saudaranya para setan” (Al Isra: 27)


   Kemudian yang perlu diperhatikan juga jika menggunakan lensa kontak berwarna, bisa jadi kita akan termasuk mencari ketenaran (libas syuhrah). Bayangkan jika menggunakan lensa kontak berwarna ekstrim misalnya merah atau biru yang tidak lazim pada orang indonesia. Jika memang akan menyebabkan atau berniat libas syuhrah maka harus dihindari.

* Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣﻦ ﻟﺒﺲ ﺛﻮﺏ ﺷﻬﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻟﺒﺴﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺛﻮﺏ ﻣﺬﻟﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺛﻢ ﺍﻟﻬﺐ ﻓﻴﻪ ﻧﺎﺭﺍ

   “Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.”


* Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata,

ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﻟﺒﺲ ﺛﻮﺏ ﺍﻟﺸﻬﺮﺓ ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﺨﺘﺼﺎ ﺑﻨﻔﺲ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﺑﻞ ﻗﺪ ﻳﺤﺼﻞ ﺫﻟﻚ ﻟﻤﻦ ﻳﻠﺒﺲ ﺛﻮﺑﺎ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﻣﻠﺒﻮﺱ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﻟﻴﺮﺍﻩ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻴﺘﻌﺠﺒﻮﺍ ﻣﻦ ﻟﺒﺎﺳﻪ ﻭﻳﻌﺘﻘﺪﻭﻩ ﻗﺎﻟﻪ ﺍﺑﻦ ﺭﺳﻼﻥ ﻭﺍﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻠﺒﺲ ﻟﻘﺼﺪ ﺍﻻﺷﺘﻬﺎﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻼ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺭﻓﻴﻊ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﻭﻭﺿﻴﻌﻬﺎ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻓﻖ ﻟﻤﻠﺒﻮﺱ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻻﻥ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻳﺪﻭﺭ ﻣﻊ ﺍﻻﺷﺘﻬﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻌﺘﺒﺮ ﺍﻟﻘﺼﺪ

   “Hadits ini menunjukkan haramnya memakai pakaian untuk ketenaran dan tidaklah dalam hadits ini khusus pada pakaian saja bahkan bisa terjadi pada orang miskin yang memakai pakaian berbeda dengan apa yang dipakai oleh masyarakat supaya manusia melihatnya sehingga mereka menjadi kagum dan menyakininya.
Berkata Ibnu Ruslan, Libas syuhrah yaitu jika bermaksud mencari ketenaran/popularitas di antara manusia, tidak ada bedanya antara pakaian yang mahal dan pakaian yang murah, apakah sesuai dengan pakaian masyarakat atau berbeda dengan pakaian masyarakat, karena sebab pengharaman adalah keinginan menjadi tenar/populer (cari perhatian).”


* Berkata Ibnu Atsir rahimahullah,

ﺍﻟﺸﻬﺮﺓ ﻇﻬﻮﺭ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺃﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﻳﺸﺘﻬﺮ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻮﻧﻪ ﻷﻟﻮﺍﻥ ﺛﻴﺎﺑﻬﻢ ﻓﻴﺮﻓﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻭﻳﺨﺘﺎﻝ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺎﻟﻌﺠﺐ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﺮ

   “Syuhrah artinya menampakkan sesuatu (termasuk lensa kontak berwarna, pent) dengan maksud apa yang dikenakan akan terkenal di antara manusia dengan menyelisihi warnanya (misalnya) maka manusia akan memfokuskan pandangan padanya kemudian ia sombong dan takabbur.”

🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸

DALIL TENTANG BERHIAS
   Pada dasarnya berhias itu hukumnya dibolehkan atau Mubah, sebagaimana firman Allah SWT:

ُﻗُﻞ ﻣَﻦْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺯِﻳﻨَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕِ

   Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” (QS. Al-A’raf : 32)


* Juga berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam hadits beliau berikut ini:

ﻣَﻦْ ﺃَﻧْﻌَﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻧِﻌْﻤَﺔً ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳَﺮَﻯ ﺃَﺛَﺮَ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

   Siapa orang yang Allah berikan kepadanya suatu kenikmatan, maka sungguh Allah suka melihat tanda atas nikmat yang diberikannya itu. (HR. Ahmad)


*
ﻛَﺎﻥَ ﻧَﻔَﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻨْﺘَﻈِﺮُﻭﻧَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺒَﺎﺏِ ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﻳُﺮِﻳﺪُﻫُﻢْ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِ ﺭَﻛْﻮَﺓٌ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﺎﺀٌ ﻓَﺠَﻌَﻞ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﻭَﻳُﺴَﻮِّﻱ ﻟِﺤْﻴَﺘَﻪُ ﻭَﺷَﻌْﺮَﻩُ . ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ . ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺗَﻔْﻌَﻞ ﻫَﺬَﺍ ؟ ﻗَﺎﻝ : ﻧَﻌَﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺧَﺮَﺝَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻪِ ﻓَﻠْﻴُﻬَﻴِّﺊْ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺟَﻤِﻴﻞٌ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻝ

   Dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa ada beberapa orang shahabat Nabi SAW menunggu beliau di depan pintu. Ketika beliau keluar menemui mereka, di dalam rumah ada wadah kopi berisi air, beliau pun berkaca, merapikan jenggot dan rambutnya. Aku (Aisyah) bertanya, "Ya Rasulallah, Anda melakukan hal itu?”. Beliau menjawab, "Ya, bila seseorang keluar untuk menemui saudaranya, hendaklah dia merapikan dirinya. Karena Allah itu indah dan suka keindahan. (HR. As-Sam’ani)


*
   “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka atau bapak-bapak mereka atau bapak-bapak mertua mereka (ayah suami) atau anak-anak laki-laki mereka atau anak-anak laki-laki dari suami-suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau anak-anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki dari saudara lelaki) atau keponakan laki-laki dari saudara perempuan mereka atau di hadapan wanita-wanita mereka.” (An-Nur: 31) [Fatwa no. 1678, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 17/123-124]

-

   Kita sebagai orang yang beragama khususnya agama Islam tentunya bagi istri berpenampilan menarik adalah hal yang didambakan seorang pria. Namun dalam Islam kita di tuntut untuk tidak berbuat buruk seperti menyombongkan diri, memakai perhiasan secara berlebihan, mubadzir, dan mencari ketenaran diantara laki-laki bukan mukhrim.
   Penggunaan soflens memang diperbolehkan namun benda tersebut akan bersifat haram jika pemakaiannya tidak sesuai dengan syariat islam.

   Nah segitu dulu ya pembahasan dari aku >\\<
   Sayangilah mata kalian ya, jaga baik-baik sebelum rusak syukuri apa yang sudah Allah berikan.
Dan gunakanlah mata kalian untuk hal berfaedah, misalnya baca post dari blog kami hehe
   Semoga bermanfaat
Wasalamu'allaikum >\\<

   Kunjungi Mr. Gaje di Facebook:

20 May 2019

Cara menjadi seorang Muslim yang baik

~By: Ahmad Mu'Arif

   Well, ya! Meskipun sempat vakum beberapa bulan, Mr. Gaje tetap membuka akses bagi siapapun untuk mengirimkan request (permintaan) maupun question (pertanyaan), bagaimana caranya? Baca di bagian akhir postingan.

   Hai! Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang kembali di halaman Mr. Gaje bagi yang mengakses melalui Facebook, dan Selamat Datang di blog Mr. Gaje bagi yang mengaksesnya melalui blog. Terkadang, sebagai seorang Muslim kita melakukan kelalaian, sebagian bahkan tidak mengetahui bahwa ternyata yang ia lakukan adalah kesalahan. Maka dari itu teruntuk kamu yang sedang membaca, kali ini Mr. Gaje akan memberikan sedikit pelajaran tentang menjadi seorang Muslim yang baik.

   Tidak semudah sekedar melakukan apa yang diperintah-Nya, tapi tentu kamu juga harus menghindari larangannya, jauhi, lupakan dan abaikan godaan syaitan yang selalu membuatmu terjerumus ke sana. Itu memang tidaklah mudah, tapi jangan banyak mengeluh, coba saja dulu, perlahan kamu akan mulai terarah kepada kebaikan. Kuncinya adalah, "Semakin kamu bersungguh-sungguh, semakin Allah mengarahkanmu kepada kebaikan."

1. Pertama-tama, Intropeksi Diri
   Perhatikan, ingat-ingat apa saja kesalahan yang telah kamu perbuat, jika kamu memiliki kesalahan terhadap seseorang, misalnya yang pernah terjadi masalah di masa lalu dan berakhir dengan pertengkaran, perpisahan, maka cobalah untuk meminta maaf dengannya, usahalah dulu, jangan langsung mengeluh tidak bisa. Coba atasi kesalahan-kesalahanmu yang lain, coba dari orang terdekat misalnya keluarga sendiri, kemudian kerabat, tetangga, dan yang paling utama ada dirimu sendiri. Jika kamu masih belum bisa sepenuhnya mengatasi masalah yang ada di dalam dirimu, setidaknya kamu sudah berusaha, pindahkan fokusmu kepada hal yang lain, jangan hanya berlarut-larutan memikirkan keburukan diri sendiri. Kamu pasti bisa menyelesaikannya perlahan selagi kamu mengatasi hal lain.
   Jika kamu seorang perokok, maka berhentilah merokok. Lebih baik menghirup udara segar setiap hari daripada merokok yang jelas memberikan dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain, ditambah suhunya yang relatif hangat hingga panas, membuat suasana pengap, diri menjadi resah dan sering gelisah.
   Jika kamu adalah seorang yang sering gelisah tanpa alasan yang jelas? Saya tahu biasanya orang seperti ini adalah yang berkepribadian Introvert dan Ambivert, yang sering depresi karena masalah-masalah tertentu yang padahal bisa diselesaikan dengan kepala dingin tapi malah dibuatnya rumit dan berujung dengan perasaan gelisah, takut hal tersebut tak akan selesai, kemudian pesimis dan merasa perjuangannya tidak akan berarti. Padahal kamu bisa, tapi kamu memilih tidak bisa. Maka berubahlah, kamu sendiri mendapat kebaikan jika kamu mau merubah, kamu sendiri yang memilih, kamu yang harus berubah. Rubahlah rasa pesimismu menjadi rasa optimis, rubahlah setiap depresimu dengan amalan yang mampu menetralkan pikiranmu, jika kamu malas? Maka rubahlah kemalasanmu menjadi kedisiplinan dan rajin, kamu bisa hanya saja kamu memilih tidak bisa. Jika rasa malas selalu 'bertingkah'? Setidaknya arahkan dirimu sendiri ke amalan-amalan kecil seperti berdzikir dan shalawat, maka Allah akan mengarahkanmu kepada kebaikan dan menjauhkanmu dari yang membuatmu gelisah selama kamu mau berusaha. Jangan salah, siapapun tidak ingin 'memberi gaji' kepadamu jika kamu 'tidak bekerja'.
   Jadi kesimpulannya, belajarlah untuk menghindari hal-hal buruk, dan mulailah dekati hal-hal baik, dekatkan diri kepada Allah, perbanyak ibadah dan amal shaleh. Perbaiki cara berpikir, cara bersikap, dan yang utama adalah cara berpenampilan, orang akan menghormatimu jika kamu menghormati diri sendiri dengan berpenampilan sopan dan tertutup auratnya.

2. Kenali Hal-hal Tidak Baik
   Seperti misalnya Hal-hal sederhana yang tidak boleh dilakukan dalam Islam, agar ke depannya kamu bisa mengantisipasi diri sendiri dari hal-hal tertentu yang harus kamu hindari.

3. Menta'ati Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya
   Ingat kembali Rukun Islam dan Rukun Iman, memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bisa sangat membantumu dalam berhijrah menjadi seorang Muslim yang lebih baik. Melakukan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW juga mampu mengarahkanmu dalam berhijrah, untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik juga tentunya.

 - Last but not least, abaikan godaan-godaan syaitan maupun orang-orang yang berperilaku layaknya syaitan di manapun dan kapanpun, seringnya ibadah bisa membangun perisai bagi dirimu sendiri agar tidak terjerumus kepada yang tidak seharusnya. Jangan mudah terpancing akan omongan seseorang, penting atau tidak yang dia bicarakan kamu harus selalu bersikap ramah, sopan dan santun. Bersikaplah tegas hanya kepada yang memang tidak seharusnya. Jaga perilaku, jaga diri, jangan sampai dirimu sendiri menjadi penyebab suatu masalah. Jadilah lebih peduli kepada sesuatu yang memang harus dipedulikan, dan abaikan sesuatu yang tidak terlalu penting. Tahulah, di zaman sekarang banyak orang yang meskipun alim tapi masih saja terpancing hal-hal buruk seperti ikut berkomentar kasar ke suatu postingan di dunia maya. Sudahlah, kamu bisa mengarahkan dirimu kepada kebaikan, cukup jauhi hal-hal yang memancing emosi seperti itu, temukan postingan-postingan bermanfaat jika tetap ingin menggunakan media sosial tapi tetap terhindarkan dari sulutan emosi.

   Itulah sekiranya yang bisa saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan mohon maaf sebesar-besarnya jika ada dari kalimat yang saya sampaikan menyinggung suatu pihak, saya benar-benar tidak bermaksud untuk menyinggung🙏
   Ikuti terus Mr. Gaje tiap harinya untuk mendapat berbagai informasi, Like & Share ya guys! Mari kita bangun bersama fanspage ini agar kita memperluas wawasan bersama dan berbagi manfaat bagi semua orang. See you, #Gajeers!

   Ikuti juga Mr. Gaje di Facebook: Mr. Gaje

 - Lihat juga:
- Apa Hukumnya tidak konsisten dalam memakai Hijab maupun Cadar?
- Apa Hukumnya berfoto dengan lawan jenis yang bukan mahramnya?
- Apa Hukumnya pacaran dalam Islam?
- Apa Hukumnya memakai cadar?
- Apa Hukumnya menggambar makhluk hidup dalam Islam?
- Hal-hal sederhana yang tidak dilakukan dalam Islam

www.faceook.com/Mr.Gaje86

04 January 2019

Cara mengabaikan Bullyan Orang-orang


   Halo haloo..~~ Guys, Girls! Balik lagi nih Mr. Gaje, hehe..
   Seperti yang kalian tahu, kita akan membahas tentang apa yang tertera di judul, lebih spesifiknya adalah tentang cara menghindari pembullyan dan masa-masa buruk di sekolah. Mungkin tidak seperti dulu, di mana pembullyan jarang terjadi dan toleransi tersebar di mana-mana, kini

31 December 2018

Apa yang akan terjadi jika Sekolah ditiadakan?


   Yo! Comeback again with me, Mr. Gaje in here guys, girls! "Halah sok inggrisan, sekolah dulu bener-bener".
   Ngomong-ngomong soal sekolah nih, kali ini Mr. Gaje mendapat pertanyaan tentang apa yang terjadi jika sekolah ditiadakan. Hmm..

Motto:

"Jangan berharap lebih, jika tidak berusaha lebih." ~Gray