Want to see more topics?

12 January 2021

The 3 Questions Game - 3 Pertanyaan ini memberitahumu Orang seperti apa sebenarnya Kamu!

~By: Ahmad Mu'Arif

mistergaje.blogspot.com

   Selamat datang kembali degan Mr. Gaje di sini! Seperti judulnya, Mr. Gaje akan membahas 3 pertanyaan yang melibatkan alam bawah sadarmu untuk menjawabnya, sehingga kamu mengetahui bagaimana dirimu dan apa yang kamu inginkan. Yah, alih-alih buat intropeksi diri sama biar tau aja, ya kan, hehe.

   Pertanyaan ini didapat dari sebuah video berbahasa Inggris, di mana di dalamnya ada seorang wanita yang sedang di tengah-tengah interview, teringat pertanyaan dari gurunya yang merupakan seorang Psikolog. Dan ketiga pertanyaan itu adalah "The 3 Question Games". Ini adalah pertanyaan yang cukup terkenal, yang sudah berkali-kali dipraktekkan di berbagai tempat, jadi, mari kita langsung mulai menjawab ketiga pertanyaan tersebut!


   Namun sebelum itu, ada sesuatu yang kiranya perlu kamu persiapkan untuk menjawab ketiga pertanyaan ini. Kamu boleh menggunakan kolom komentar untuk mencatat jawaban-jawabanmu, tapi saya sarankan untuk menggunakan sebuah kertas, dan jangan lupa siapkan alat tulis karena mungkin anda ingin mengingat jawaban ini tidak hanya sekedar di kepala anda.

1 ). Apa warna favoritmu?

   Boleh lebih dari satu, tapi pastikan itu warna yang paling kamu sukai. Kemudian sertakan 3 alasan yang dalam mengapa kamu menyukainya.

2 ). Apa hewan favoritmu?

   Kemudian sertakan 3 alasan yang dalam mengapa kamu menyukainya. Hanya satu hewan, tidak masalah jika itu hewan mitologi, yang penting alasannya.

3 ). Apa bentuk air favoritmu?

   Bentuk air di sini seperti misalnya Hujan, Sungai, Laut, Danau, Es, Badai, Gelombang, dan lain-lain. Kemudian sertakan 3 alasan yang dalam mengapa kamu menyukainya.


   Alasan yang dalam itu, misalnya seperti "Aku suka warna biru karena itu memberi ketenangan untukku, melambangkan kebaikan," dan sebagainya. Jika jawabannya menggunakan alasan sederhana dan logis seperti "Aku menyukai warna biru karena itu warna langit", itu sama sekali tidak dalam dan kelak kamu akan kebingungan sendiri mengartikannya setelah menjawab semua pertanyaan.

   Tidak masalah, jika kamu tidak bisa atau tidak kepikiran memberikan secara utuh 3 alasan untuk satu pertanyaan. Tapi usahakan sebisa mungkin supaya alasan itu cukup detail dan benar-benar dalam.


   Untuk pertanyaan pertama, jawabannya adalah pandanganmu tentang dirimu sendiri. Meskipun secara sadar kamu mengelak, alam bawah sadarmu yakin betul bahwa begitulah caramu menggambarkan dirimu sendiri.

   Untuk pertanyaan kedua, jawabannya adalah pandanganmu tentang "Pasangan Sempurna"-mu (Your Perfect Partner). Ini seperti kalau di Bahasa Indonesia; "Pasangan Idaman".

   Dan untuk pertanyaan ketiga dan terakhir, jawabannya adalah pandanganmu tentang seksualitas, bisa juga sikapmu terhadap seksualitas, atau terkadang caramu menyikapi kehidupan itu sendiri.

   Note: Kamu tidak harus menjawabnya di komentar, kok. Karena ini adalah test personal, sebagian dari kamu mungkin ingin mengetahui jawabannya sendiri dan membiarkan hanya dirimu yang mengetahuinya.
   Tapi jika kamu tertarik untuk berkomentar di bawah, kamu bisa login menggunakan Facebook, Google atau akun Discuss itu sendiri. Tapi kembali lagi, nggak harus, kok, jadi itu terserah pada dirimu sendiri.

🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸


   Dari sebuah video di Facebook, seorang wanita yang berada di dalam sebuah interview tersebut sempat bercerita, bahwa suatu hari dirinya pernah berkencan dengan seorang pria. Di tengah-tengah kencan itu, si wanita merasa penasaran pada si pria, dan memutuskan untuk menanyakan "Apa hewan favoritmu?" padanya, serta alasan mengapa pria itu sangat menyukai hewan tersebut.

   Pria itu pun menjawab, "Hewan favoritku adalah kupu-kupu."

   "Karena kupu-kupu selalu cantik, tak peduli bagaimanapun itu." sambungnya.

   Ia melanjutkan, "Dan apa yang paling aku sukai tentang kupu-kupu adalah bahwa sepertinya tak ada kupu-kupu di sekitar, ketika aku tidak ingin mereka ada di sini."

   "Seperti mereka hanya muncul di saat-saat paling sempurna."

   Orang-orang di interview tersebut seketika tertawa ketika mendengar jawaban yang diceritakan oleh wanita tersebut.

   "Oh, bahkan itu menjadi lebih baik." ucap si wanita pada para pewawancara.

   "Dari seluruh hewan yang ribut seperti kucing yang mengeong dan anjing yang menggonggong,  kupu-kupu tidak bersuara sama sekali, mereka hanya diam."

   Dan sekali lagi, para pewawancara tertawa mendengar cerita dari wanita tersebut.

   "Aku menghentikan kencannya." ucap wanita itu, kemudian mengarahkan tangannya ke dirinya sendiri yang juga membuat mereka tertawa, sebagai tanda membandingkan jawaban itu dengan dirinya sendiri.


   Video tersebut diupload oleh pengguna yang bernama Teal Swan, yang merupakan adalah nama dari wanita tersebut. Dia juga membahas topik yang sama di blognya, silahkan klik disini.


🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸


   Baiklah, itu saja kiranya yang ingin saya sampaikan hari ini. Bagaimana gambaran jawaban kalian? Bagikan di komentar agar saya tahu, semoga bermanfaat!


   Kunjungi juga kami di Facebook!



Hal-hal Seputar Perfeksionisme - 2 Menit Membaca Pikiran Orang by Bayu W. Ayogya


mistergaje.blogspot.com
   Halo guys! Akhirnya, setelah cukup lama tidak menulis di sini, saya kembali lagi dengan topik baru yang cukup menarik. Topik kali ini bersumber/dikutip dari sebuah buku berjudul "2 MENIT MEMBACA PIKIRAN" yang dikarang oleh Bayu W. Ayogya.

Title: 2 Menit MEMBACA PIKIRAN ORANG - Langsung Bisa

Main Author: Bayu W. Ayogya

Terbitan: Yogyakarta Psikopedia , 2014

Subjects: Psikologi

   Untuk selengkapnya, silahkan klik disini. Namun jika anda ingin membeli sendiri bukunya, silahkan cari di Toko-toko Online, karena buku ini cukup laris terjual di internet.

   2 MENIT MEMBACA PIKIRAN ORANG - Langsung Bisa adalah sebuah buku karangan Bayu W. Ayogya yang membahas tentang berbagai hal terkait psikologi, seperti misalnya tipe-tipe kepribadian, bahasan yang mempelajari bahasa tubuh, teknik-teknik khusus untuk menghadapi situasi tertentu, dan intropeksi serta pengembangan personal. Semuanya selalu ditulis dengan sangat teliti dan dalam, tak salah lagi buku ini sangat direkomendasikan untuk yang tertarik belajar psikologi.

   Baik, kalau begitu mari kita langsung masuk ke isi konten hari ini, yang mana itu adalah tentang Ciri-ciri Karakter Perfeksionis, Cara Menghadapi, Kelebihan atau Kekurangan, Keterangan, Komentar orang-orang tentang seorang Perfeksionis dan Hal-hal yang nyaris mustahil untuk dilakukan seorang Perfeksionis.


Perfeksionis (The Reformer)

   "Aku mungkin saja memiliki kekurangan, tetapi melakukan kekeliruan bukanlah salah satunya." - Jimmy Hoffa

   Bagi telinga sebagian orang, perfeksionis lebih diasosiasikan kepada sebuah standar teramat tinggi yang digunakan oleh seseorang. Standar itu bisa berupa macam-macam hal, dari yang detil sampai umum. Siapapun yang disebut bakal berhadapan dengan seorang dengan tipe perfeksionis, seringkali hanya bisa mengusap jidat, menelan ludah, dan berdecak dalam hatinya: “Waduuuh!” 

   Sebagai pribadi, seorang dengan tipe perfeksionis dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjalani hidup dengan benar, termasuk memperbaiki diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Yang terbaik dari seorang perfeksionis adalah ia memegang etika, bisa diandalkan, produktif, bijaksana, idealis, adil, jujur, teratur, dan disipilin diri. Namun, yang terburuk dari seorang perfeksionis adalah ia juga kerap menghakimi, tidak luwes, dogmatis, obsesifkompulsif, gemar mengkritik orang lain, terlalu serius, cenderung menguasai, gelisah, dan pendengki. 

   Walau demikian, ada beberapa tips yang bisa dijalankan untuk menghadapi seorang dengan tipe perfeksionis: 

⚝ Selesaikan apa yang menjadi tanggung jawab Anda sampai benar-benar selesai sebelum berhadapan dengan seorang perfeksionis, sebab seorang perfeksionis cenderung pula untuk overlapping. 

⚝ Seorang perfeksionis perlu untuk diakui keunggulannya, setidaknya tentang standarnya yang tinggi terhadap banyak hal, sebab biasanya ia memang memiliki sederet prestasi yang tidak kecil. 

⚝ Sering-seringlah mengatakan, “Disiplin yang Anda terapkan memang keras. Saya berharap bisa seperti Anda suatu hari”. Dengan demikian Anda telah memuji keadaannya sebagai yang lebih baik di antara orang-orang sekitarnya. 

⚝ Ucapkan atau tunjukkan betapa Anda berterima-kasih terhadap saran-saran yang diberikan oleh seorang perfeksionis karena orang dengan tipe perfeksionis senang bila mengetahui dirinya dibutuhkan, terlebih untuk memperbaiki suatu keadaan.

⚝ Tunjukkan kepadanya bahwa Anda juga mengikuti standar yang dipakai olehnya, setidaktidaknya terlihat berupaya ke arah itu.

⚝ Segera meminta maaf kepadanya apabila ia sekonyong-konyong terasa menjaga jarak pada Anda. Hal ini akan membantunya untuk kembali menerima kehadiran Anda.

⚝ Dengarkan betul-betul kecemasannya. Lalu, ajaklah dirinya rileks, menerbangkan pikiran ke sudut pandang lain, kemudian ajak kembali melihat keadaannya sekarang. Hal ini akan membantunya menertawakan diri sendiri. 


   Di dalam pergaulan, yang terbaik dari seorang perfeksionis adalah bahwa ia setia, memiliki dedikasi, sarat dengan pertimbangan, dan gemar membantu. Mereka juga tidak berat sebelah dan memiliki selera humor yang bagus. Sedangkan yang terburuk dari seorang perfeksionis di dalam pergaulan, ia gemar mengkritik, suka mendebat, kerap mempersoalkan hal-hal remeh, dan amat sulit berkompromi. Orang-orang perfeksionis memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap orang lain. Akibatnya, mereka pun kerap kecewa pada banyak hal. 

   Di dalam lingkungannya, seorang dengan tipe perfeksionis bisa disenangi karena disiplin dan mampu menyelesaikan banyak hal. Seorang perfeksionis juga siap bekerja keras untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Ia memiliki standar dan etika tinggi: tidak terkecuali bagi diri sendiri. Sikapnya logis, bertanggung jawab, dan berdedikasi dalam segala hal yang dilakukannya. Ia bisa menyatukan fakta-fakta sehingga mendapatkan pemahaman yang baik dan dapat menemukan solusi yang bijaksana. Terhadap orang lain, ia akan menunjukkan dirinya sebagai yang terbaik, dan sebisa mungkin mengangkat sisi terbaik dari diri orang lain. 

   Namun, seorang perfeksionis bakal sering mendapati dirinya pada posisi susah. Sulitnya menjadi perfeksionis adalah ia akan dikecewakan diri sendiri atau orang lain ketika yang diharapkan tidak terlaksana dan ia merasa dibebani tanggung jawab yang terlalu berat. Selain itu, ia cenderung merasa yang lakukannya tidak pernah memuaskan. Hatinya juga rentan terpukul akibat tidak mendapat penghargaan atas apa yang telah dilakukannya bagi orang lain. Ia bahkan kecewa karena orang lain tidak berusaha sekeras dirinya. Selain itu, seorang perfeksionis kerap merasa tegang, gelisah, dan memandang segala hal terlalu serius. Ia terobsesi atas apa yang telah dilakukan dan yang seharusnya lakukan. 


   Tipe perfeksionis juga bisa membuat dirinya sendiri “gila” dan berkata: “Apakah penampilan saya pantas”, “Seharusnya saya memeriksa detailnya sekali lagi”, “Saya begitu butuh bantuan, tetapi siapa yang dapat melakukannya sebaik saya?” “Seharusnya saya memimpin pertemuan dengan lebih baik”. 

   Meski masih terbilang dalam usia belia, di masa kanak-kanaknya seorang dengan tipe perfeksionis telah mampu mengkritik diri sendiri sebagai antisipasi terhadap kritikan orang lain. Ia juga biasa menahan diri untuk melakukan sesuatu yang diperkirakan hasilnya tidak akan sempurna dan dapat memfokuskan dirinya untuk sesuai dengan ekspektasi orang tua dan guru. Ia bahkan dapat menunjukkan tanggung jawab yang baik dan bisa meredam emosi kanak-kanak yang umumnya meluap-luap. 

   Sedangkan sebagai orang tua, seorang perfeksionis bisa tampil menjadi teladan untuk mengajarkan tanggung jawab dan nilai-nilai moral yang tegas pada anak mereka. Mereka cenderung konsisten, berlaku adil, serta sangat disiplin. 

   Di dalam karier, tipe perfeksionis selalu bekerja dengan efisien, teratur, dan senantiasa merampungkan tugas-tugasnya. Bagi seorang perfeksionis yang lebih analitis dan keras hati, mereka cenderung bekerja di bidang manajemen, sains, dan pemberlakuan hukum. Dan, seorang dengan tipe perfeksionis yang lebih berorienstasi terhadap orang lain, bekerja di pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, dan yayasan keagamaan. Selain itu, karena kemampuannya untuk bekerja secara profesional, jujur, dan mengikuti etika, Anda bisa memercayakan mereka sebagai mekanis mobil, ahli bedah, dokter gigi, bankir, ataupun pialang saham Anda. 

   Di waktu senggangnya, tipe orang perfeksionis sering kali terlibat dalam organisasi layanan kesehatan (POMG, pramuka, organisasi pengembangan lingkungan sekitar, dan semacamnya). Seorang perfeksionis juga aktif dalam kegiatan menyelamatkan lingkungan seperti Greenpeace, Walhi, dan semacamnya atau dalam organisasi kemanusiaan (misalnya yang berkait dengan isu aborsi). Tipe perfeksionis sering berolahraga, menjaga diet demi kesehatan, dan merasa bersalah jika tidak melakukannya. Banyak di antara tipe perfeksionis yang sibuk membantu keluarga dan teman. Biasanya, tipe perfeksionis juga menjadi siswa yang hebat.


Komentar-komentar tentang orang dengan tipe perfeksionis: 

   “Bawahan saya itu begitu efisien dan sabar. Bila tugasnya belum rampung, dia meneruskannya di rumah. Jika suatu waktu ia cuti, saya terpaksa merekrut dua orang untuk menggantikan posisinya.” 

   “Sohib saya resign karena bosnya menyuruh sesuatu yang tidak etis. Ia begitu kuat memegang prinsip hidupnya dan tidak pernah mengorbankan nilai moral yang dianutnya. Ia melakukan petuah-petuah yang dikatakannya sendiri.” 

   “Ia adalah seorang guru. Pekerjaan itu cukup berat baginya karena ia ngotot untuk memeriksa tiap kata-kata dari karya tulis seluruh siswanya, lalu menuliskan kritik yang sesuai bagi masing-masingnya. Banyak siswa menyayanginya karena dia menarik, begitu menginspirasikan, dan adil. 

   “Jika saya butuh pertolongan, ia selalu siap membantu. Ia bahkan biasa mendampingiku sampai pekerjaanku selesai.” 


Hal-hal yang nyaris mustahil dilakukan oleh perfeksionis: 

⚝ Terlambat masuk kerja sampai setengah jam.

⚝ Tidak mengirim ucapan terima kasih dalam dua hari atas hadiah yang diterimanya. 

⚝ Tidak membuat reservasi (daftar pesanan) tiap malam selama berlibur. 

⚝ Membiarkan cucian menumpuk dan piring kotor sepanjang minggu. 

⚝ Tertawa ketika dikritik. 

⚝ Makan dengan lengan sikut di atas meja dan menggunakan lengan baju sebagai tisu. 

⚝ Bersantai dalam bak mandi sesaat sebelum undangan datang, alih-alih sibuk merapikan rumah. 


🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸


   Itu dia bahasan kita untuk hari ini, semoga konten ini bisa berguna bagi yang membutuhkannya, ya! Stay safe kawan-kawan, jangan pernah berhenti untuk merasa penasaran!

   Kunjungi juga kami di facebook!



07 November 2019

Apa itu Indigo? Bagaimana ciri-ciri seorang Anak Indigo?

~By: Ahmad Mu'Arif

mistergaje.blogspot.com
Requested by: Riku Dola
   Di keseharian kita di zaman ini, jarang sudah ditemui penampakan-penampakan sesosok roh, hantu dan sebagainya, meskipun tidak jarang para pemburu hantu menemukan mereka di tempat-tempat tertentu. Sedangkan ada golongan orang 'khusus' yang memiliki semacam kelaian, yang menyebabkan dirinya bisa melihat sosok-sosok dari 'alam sebelah', yang di beberapa tempat disebut "Alam Ghaib", "Alam Roh", "Alam Kedua", atau bahkan "Alam Sebelah" itu sendiri. Beberapa kasus juga mengatakan anak-anak ini memiliki kelebihan khusus yang terbilang spesial. Apakah mereka ini? Mereka disebut sebagai seorang Indigo, walau begitu seringkali orang-orang lebih menggunakan kata "Anak Indigo". Beberapa orang menyebut ini sebagai sebuah keistimewaan, bukan kelainan.

1. Apa itu Indigo?
   Anak Indigo atau Anak Nila, adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai anak yang lebih empatik dan kreatif.

   Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial. Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat. Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.

-

2. Asal-usul
   Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan oleh cenayang Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an. Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna) yang menjelaskan bahwa semenjak pertengahan tahun 1960-an, ia mulai menyadari bahwa ada banyak anak yang lahir dengan aura "indigo" (dalam publikasi lain Tappe juga mengatakan bahwa warna indigo atau nila berasal dari "warna kehidupan" anak yang ia dapatkan melalui sinestesia). Gagasan ini kemudian dipopulerkan oleh buku yang berjudul The Indigo Children: The New Kids Have Arrived (Anak Indigo: Anak-anak Baru Telah Tiba) pada tahun 1998. Buku ini ditulis oleh Lee Carrol dan Jan Tober.

   Pada tahun 2002, konferensi internasional untuk anak indigo yang dihadiri oleh kurang lebih 600 orang diadakan di Hawaii. Konferensi pada tahun-tahun berikutnya diadakan di Florida dan Oregon. Beberapa film bertajuk indigo juga telah dibuat, seperti "Indigo" pada tahun 2003 yang disutradarai oleh James Twyman. Film mengenai indigo juga dirilis di Rusia pada tahun 2008.

   Dalam sebuah artikel di Nova Religio pada tahun 2009, Sarah W. Whedon pada tahun 2009 mengusulkan bahwa konstruksi sosial anak indigo merupakan tanggapan terhadap "krisis anak-anak Amerika" yang tampak dalam bentuk peningkatan kekerasan anak-anak dan diagnosis attentuon deficit disorder dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Whedon meyakini bahwa orang tua melabeli anak mereka sebagai "indigo" sebagai penjelasan alternatif bagi ADD dan ADHD anak mereka.

   Istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. "Letak indigo ada di kening, persisnya antara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu,"

-

3. Bagaimana Ciri-ciri mereka?
- Empatik, penuh rasa ingin tahu, berkeinginan kuat, independen, dan sering dianggap aneh oleh teman dan keluarga
- Mengenal dirinya dan memiliki tujuan yang jelas
- Memiliki spiritualitas di bawah sadar yang kuat semenjak kecil
- Meyakini bahwa dirinya layak untuk berada di dunia.
- Memiliki IQ yang tinggi, mempunyai kemampuan intuitif, dan
- Sering menolak mengikuti aturan atau petunjuk.

   Menurut Tober dan Carroll, anak indigo mungkin tidak memiliki performa yang baik di sekolah karena menolak mengikuti aturan, lebih pintar (atau lebih matang secara spiritual) dari guru mereka, dan kurang tanggap terhadap disiplin yang didasarkan pada rasa bersalah, ketakutan atau manipulasi.

   Suka berbicara sendiri Dapat melihat masa lalu dan masa depan Cenderung lebih matang dari usianya (dapat menangkap perasaan, kemauan dan pikiran orang lain) Kecerdasan di atas rata-rata: mampu melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah dipelajari sebelumnya.

   Namun ada ciri spesifik yang harus dipastikan dalam menentukan apakah individu tsb indigo atau tidak, yakni: Memiliki aura berwarna nila (berdasarkan hasil foto aura) Memiliki kemampuan spiritual bawaan: mengetahui sesuatu yang berada di luar kemampuan sensorinya (ESP: Extra Sensory Perception)
   Anak indigo biasanya banyak bertanya, dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. Seringkali bersikap non-kompromistis terhadap segala sesuatu yang dinilainya bersifat pemaksaan Disebabkan ada ciri spesifik yang harus dipastikan.

-

4. Apa kaitannya Indigo dengan attention-deficit hyperactivity disorder?
   Banyak anak yang dilabeli indigo didiagnosis mengidap attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan buku Tober dan Carroll yang berjudul "The Indigo Children" sendiri menghubungkan konsep indigo dengan diagnosis ADHD. Robert Todd Carroll menyatakan bahwa pelabelan anak-anak sebagai indigo merupakan alternatif dari diagnosis yang seolah menunjukkan ketidaksempurnaan, kecacatan atau penyakit kejiwaan.
   Setelah menghubungkan konsep anak indigo dengan ketakutan terhadap penggunaan Ritalin untuk mengontrol ADHD, Carroll berpendapat bahwa ketakutan akan penggunaan Ritalin telah memperkeruh suasana, dan berdasarkan pilihan yang ada, tentu adalah sesuatu yang masuk akal apabila orang tua lebih memilih meyakini bahwa anak mereka itu spesial dan terpilih untuk misi yang penting daripada menerima kenyataan bahwa anak mereka mengidap penyakit kejiwaan.

   Stephen Hinshaw, profesor psikologi di Universitas California, Berkeley, menyatakan bahwa ketakutan akan kelebihan pengobatan terhadap anak itu masuk akal, namun anak berbakat yang didiagnosis ADHD dapat belajar lebih baik dengan lebih banyak struktur, bahkan jika struktur tersebut awalnya mengakibatkan kesulitan. Banyak anak yang dilabeli indigo telah dimasukkan ke sekolah rumah.

-

5. Tambahan
• Istilah Indigo tidak terdapat pada DSM IV (Diagnostic N Statistical Manual for Mental Disorder), ataupun ICD-10 (Psikiatri). SHg Indigo tidak dapat dianggap sbg ‘penyakit’

   Maka harus dapat dibedakan antara indigo dengan kriteria-kriteria lain, seperti:

• Jika salah satu ciri indigo adalah Suka berbicara sendiri, hal ini tidak berarti bahwa anak indigo sama dengan Autisme, pun bukan childhood onset of schizophrenia

• Jika salah satu ciri indigo adalah Aktif dan cenderung ‘tidak bisa diam’, pemberontak. Hal ini tidak berarti bahwa anak indigo sama dengan Hiperaktif atau ADHD

• Jika salah satu ciri indigo adalah Cerdas, dapat mengerjakan berbagai hal yang belum pernah diajarkan. Hal ini tidak serta merta menjadikan anak indigo ke dalam kriteria anak-anak Gifted or Talented.

   Nah, kira-kira demikian penjelasan singkatnya. Kemudian, yang menarik untuk dipaparkan dalam forum diskusi ini adalah terkait bukti-bukti, bahwa terdapat dilema yang terjadi pada diri individu indigo:

• Secara Kognisi: ada ‘jarak’ antara kemampuan intuisinya yang luar biasa dalam hal mempersepsikan dunia – dengan – ‘pengalaman pahit’ yang harus dialaminya atas ketidakadilan yang ditemui/dirasakan dari lingkungannya. Hal ini menimbulkan ‘rasa sakit’ dan perasaan tidak nyaman terhadap dirinya sendiri, merasa ‘tidak utuh’ (Un-Fullness).

• Disebabkan sering berfikir tentang hal-hal yang berada di luar kewajaran, terkadang anak indigo menjadi sakit secara fisik >> lantas menjadi tertekan, represi ke alam mimpi >> terjadi mimpi buruk >> kemudian timbul reaksi-reaksi fisiologis yang tidak sehat

• Selain itu, dengan kelebihan yang dimiliki, cenderung membuat anak menjadi tidak realistis dan malas. "Kalau mereka konsentrasi dengan memusatkan energi, mereka bisa membayangkan soal-soal yang akan keluar dalam ujian. Ini bisa membuat mereka jadi malas belajar."

   Lantas, apa yang bisa kita lakukan terhadap mereka?

• After-school programs: Mengulang pelajaran di sekolah, secara individual. Utamanya bagi mereka-mereka yang tidak bisa melibatkan diri dalam proses KBM di sekolah.

   Konseling individual terkait dengan kesulitan-kesulitan yang ditemui selama di sekolah, juga dapat dilakukan.

• Konseling: Pendekatan kognitif, ditekankan pada aspek pengalaman-pengalaman spiritual atau ‘pengalaman ajaib’ yang dialaminya. Sebab, mereka sering merasa tidak berada di bumi (‘out of place in this world’)

• Medication: ada dugaan bahwa dalam sistem limbik otak, terutama neurotransmiternya, terganggu.

• Dirikan semacam perkumpulan bagi para indigo yang ‘petualang spiritual’: sebagai tempat berdiskusi, belajar bersama, dan sharing ide-ide atau sebagai tempat ‘penyembuhan diri’ (healing)

• Memfasilitasi ‘proses teurapeutic’ bagi anak, utamanya terkait dengan kemampuan spiritual si anak, sehingga potensi-potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak indigo ini dapat mengarahkan perilaku-perilakunya pada hal-hal positif saja.

• Jembatani ‘jurang’ yang dimiliki anak indigo. ‘Jurang’ ini berupa: kemampuannya mempersepsikan dunia secara intuitif dan ‘luar biasa’, namun di sisi lain mereka juga merasakan ‘sakit’ dan ‘pahit’ akibat banyaknya ketidakadilan/ketidakberesan dari dunia di sekitar mereka. Proses ‘healing’ (pen-jembatan-an) ini akan secara perlahan mengurangi (bahkan menghilangkan) ‘rasa sakit’ atau ‘rasa tidak nyaman’ anak indigo terhadap kemampuan yang mereka miliki. Serta izinkan anak-anak ini memiliki ‘ruang’ bagi hidupnya, agar bermakna dan memiliki tujuan yang positif.

• Kekuatan yang mereka miliki agar bisa diarahkan ke hal-hal yang positif (kemanusiaan, misal: u/ penyembuhan, pengambilan keputusan penting di masa depan, dll). FYI, di Amerika, individu-individu indigo 'dimanfaatkan' untuk membantu negara.

• Penting untuk diingat: agar tidak mengkomersialisasikan anak indigo ini dalam bentuk apapun, guna mencegah beban psikologis dan beban sosial pada diri anak.

• Untuk mengurangi ‘ketersiksaan’ anak atas kelebihan yang dimilikinya, terkadang penting pula untuk "menormalkan" anak-anak berdaya lebih ini. Dapat dilakukan dengan cara “menumpulkan" kemampuan si anak: orang tua dapat memberi pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor kebetulan.

   Last, Anak-anak indigo pada dasarnya seumur hidup akan indigo terus (berkembang menjadi 'indigo dewasa'). Di usia anak-anak, mereka kerap "berontak". Tapi ketika dewasa, karena sudah bisa menyesuaikan diri, sikap pemberontakannya berkurang.

   “Pendampingan" terhadap anak indigo sangat diutamakan, agar mereka bisa tumbuh secara wajar.

   Contoh pada indigo dewasa yang sering ditemui, ternyata saat ditanyakan 'apakah capek dengan kemampuan luar biasa yang dimilikinya? dan apakah ingin menghilangkannya?' Jawabannya adalah 'YA! Tapi mau bagaimana lagi, ya dijalani saja' ---

   “Seorang anak harus tahu bahwa ia adalah keajaiban, sebuah mukjizat yang belum pernah ada sejak kejadian bumi, dan sampai akhir zaman bahwa takkan ada anak lain yang seperti ia.”

Sumber: Wikipedia, Kompasiana, etc

🔸🔹🔶🔷🔰🔷🔶🔹🔸


Kunjungi Mr. Gaje di Facebook:

20 January 2019

Tokoh-tokoh Kartun Spongebob Squarepants yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert

~By: Ahmad Mu'Arif

   Yo! Gaes, setelah sekian lama Mr. Gaje gak update update post, pada pertemuan kali ini seperti yang kalian tahu Mr. Gaje akan membahas seperti yang biasa kita bahas, yaitu tentang orang/tokoh tertentu dengan kepribadian tertentu, khususnya dari kartun Spongebob Squarepants untuk hari ini. Ke depannya pun Mr. Gaje akan membahas tentang Tokoh-tokoh Youtuber Minecraft yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert.
   Anyway nih guys! Buat yang suka baca artikel kayak gini tapi juga suka main Facebook, mending main Facebook sambil baca artikel aja, lebih bermanfaat kan! Di sini.

★ Artikel sebelumnya:
-  EXTROVERT, INTROVERT & AMBIVERT, kamu yang mana?
-  Tokoh-tokoh Indonesia yang Berkepribadian Extrovert, Introvert dan Ambivert
-  Tokoh-tokoh Anime Naruto yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert

   Ok! Tanpa basa-basi lagi, mari kita langsung to the topic!

11 January 2019

Tokoh-tokoh Anime Naruto yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert


   Yo- Balik lagi pastinya dengan Mr. Gaje di sini! Gimana kabar kalian? Ya bodoamat lah. Nah seperti yang kalian tahu, hari ini Mr. Gaje akan membahas tentang "Tokoh-tokoh Anime Naruto yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert".
   Anyway nih guys! Buat yang suka baca artikel kayak gini tapi juga suka main Facebook, mending main Facebook sambil baca artikel aja, lebih bermanfaat kan! Di sini.


   Tapi Mr. Gaje gak bakal kasih semua tokoh ya, soalnya... Ya kamu tahu lah, banyak sekali tokoh yang muncul di anime Naruto. Belum lagi akhir-akhir ini muncul anime baru sebagai penerus anime Naruto, yaitu "Boruto, The Next Naruto Generation". Oke, tanpa basa basi lagi mari kita langsung

04 January 2019

Cara mengabaikan Bullyan Orang-orang


   Halo haloo..~~ Guys, Girls! Balik lagi nih Mr. Gaje, hehe..
   Seperti yang kalian tahu, kita akan membahas tentang apa yang tertera di judul, lebih spesifiknya adalah tentang cara menghindari pembullyan dan masa-masa buruk di sekolah. Mungkin tidak seperti dulu, di mana pembullyan jarang terjadi dan toleransi tersebar di mana-mana, kini

Motto:

"Jangan berharap lebih, jika tidak berusaha lebih." ~Gray