Want to see more topics?

10 November 2019

Apa perbedaan Animers, Otaku dan Wibu? | Mr. Gaje

By: Ahmad Mu'Arif

~Req by: Rin Narai

   Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah seorang Animers, Otaku dan Wibu. Sudah sering kita melihat orang-orang yang seperti itu. Entah itu di sosial media seperti di fb yang memakai foto profil anime ataupun di acara acara yang berbau hal jepang.

   Nah kali ini saya akan membahas perbedaan Animers, Otaku dan Wibu.



1. Animers / Anime Lovers
   Pada dasarnya, seperti namanya Animers berarti para Pecinta Anime. "Asal"nya pun sama-sama dari menyukai suatu Anime. Tapi tidak jarang dari mereka para Animers berasal dari orang-orang yang menyukai Anime pada musim tertentu di periode tertentu, atau hanya karena Anime tertentu, atau bahkan hanya karena menyukai seni 2D gaya Anime, sebenarnya mereka juga bisa dibilang Animers, walau tidak se-update Animers pada umumnya tentang Anime-anime terbaru.
   Catatan: Orang-orang yang menjawab "Boku no pico" sebagai saran Anime, hampir semua dari mereka adalah Animers ampas yang wawasannya tentang Anime terlalu sempit.

2. Otaku
   Dulunya, saya juga berpikiran bahwa Otaku adalah sebutan untuk orang yang lebih menyukai Anime daripada Animers, yang lebih dekat, semacam itulah. Tapi kemudian saya tersadar, sebenarnya Otaku adalah sebutan untuk orang-orang Jepang yang lebih suka menutup diri dan berdiam diri di rumah, yang kalau di Indonesia sekarang kita sebut sebagai "No Life". Entah bagaimana bisa kita salah paham tentang "Otaku adalah penyuka Anime".
   Tapi balik lagi, ini jawaban pribadi dari saya.

   Menurut Wikipedia, Otaku (おたく/オタク) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi.
   Dikutip pula dari Wikipedia, sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.

   Jadi kesimpulan yang dapat diambil di sini adalah... ya.. gitu dah. (Edit-2021) Sebenarnya ada yang setuju kalau Otaku adalah sebutan untuk orang NoLife, meskipun secara definisi Otaku adalah seorang pekerja giat yang menekuni hobi sampai lupa waktu. Betapa lucunya pendapat saya waktu itu.

3. Wibu / Weeaboo / Weebs
   Berdasarkan dari pemahaman kita, Wibu adalah orang-orang yang sangat akut terhadap Jejepangan, kan? Ternyata pemahaman kita tidak jauh dari arti "Wibu" yang sebenarnya, lho! Wibu atau Weeaboo atau Weebs, berarti orang-orang (dari luar Jepang) yang sangat terobsesi akan Jepang sehingga sangat menyukai dan seringkali meniru apa yang biasanya orang-orang Jepang lakukan seolah-olah sedang tinggal di Jepang.

* Lalu kenapa orang-orang merasa hal ini perlu dibedakan?
   Karena, dari maknanya saja sudah jelas-jelas berbeda, masih saja ada yang menyamakannya.

* Dan kenapa mayoritas sedikit sensitif mengenai hal ini?
   Sebenarnya saya hampir tidak memiliki jawaban untuk itu. Tapi ada kemungkinan ini terjadi karena rasa malu (?) mereka yang menyukai ini kemudian menjadi seorang No Life, padahal kita semua tahu apa isi Pancasila Kelima kita, mengapa harus malu? 

   So, gimana menurut kalian? Apakah sudah merasa puas dengan jawaban yang kami berikan hari ini? Beritahu kami di kolom komentar! Jangan lupa untuk share dan pastinya like halaman kami di Facebook!

26 May 2019

Asal-usul Anime | Mr. Gaje

~By: Ahmad Mu'Arif

-Note: Artikel diambil dari berbagai sumber

   Anime adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime merupakan singkatan dari "animation" dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi. Di luar Jepang, istilah ini digunakan secara spesifik untuk menyebutkan segala animasi yang diproduksi di Jepang. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa anime dapat diproduksi di luar Jepang. Beberapa ahli berpendapat bahwa anime merupakan bentuk baru dari orientalisme.

   Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas adalah Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Di masa ini anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime zaman dulu. Dengan grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap anime itu bagian dari kehidupan mereka. Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel menjadi terkenal akan beberapa film kartunnya, seperti Cartoon Network dan Nickelodeon yang mengekspor kartunnya. Sekarang anime menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi semua orang, dan banyak juga orang yang memanfaatkan hal ini untuk bertindak kejahatan. Pembuat anime disebut animator. Para animator bekerja disebuah studio untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam studio itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara profesional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sering disebut "seniman bayangan". Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.

   Pembajakan juga mempersulit para animator untuk mendapatkan keuntungan penuh dari hasil kerja keras mereka, meski ternyata juga ada "gosip" yang mengatakan bahwa ada pihak produsen anime yang menyebarluaskan karya mereka di luar jalur perdagangan resmi (mungkin gratisan atau dibajak) dengan tujuan untuk lebih memopulerkan hasil karya mereka.

   Tidak sedikit orang yang pergi ke Jepang untuk belajar mengenai pembuatan anime (dan manga tentunya) karena tertarik setelah melihat berbagai anime yang telah menyebar ke berbagai pelosok dunia di berbagai benua. Ada juga pihak yang membuat hasil karya yang serupa atau bahkan mungkin meniru ciri anime, misalnya Korea dan beberapa negara Asia lainnya.

   Teknologi CG (Computer Graphics), Teknologi Visual Komputer, dan sebagainya telah mempermudah pembuatan anime sekarang ini, karena itu ada yang menganggap bahwa kualitas artistiknya lebih rendah dibandingkan dengan anime masa lalu. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kualitas gambarnya pun sekarang ini lebih nikmat dilihat dan lebih mudah dimengerti karena gambarnya lebih proporsional dan warnanya lebih bagus, ditambah keberadaan teknologi HD.

   Penggemar anime yang lahir pada dekade 1960-an dan 1970-an mungkin masih sangat ingat anime bertajuk “Voltus Five”, “God Sigma” “Candy-Candy” dan “Ikkyu-san” yang begitu populer pada dekade 1980-an. Namun popularitasnya di Indonesia saat itu masih terbatas karena beredar dalam format video betamax, sedangkan pada waktu itu ga semua orang bisa membeli perangkat pemutar video betamax.

   Pada dekade 1990-an, anime dapat dikatakan benar-benar “booming” karena pada waktu itu stasiun televisi Indonesia mulai memutar beberapa serial anime populer sehingga dapat disaksikan siapapun yang memiliki televisi. Indosiar yang baru lahir pada pertengahan 1990-an juga tidak mau ketinggalan untuk menayangkan anime. Malah anime-anime yang ditayangkan Indosiar saat itu sangat meledak di Indonesia.

   Pemirsa setia Indosiar pada dekade tersebut tentu saja masih ingat tayangan serial anime yang sangat populer, “Sailor Moon” dan “Born to Cook”. Dibandingkan dengan stasiun-stasiun televisi lain di Indonesia, mungkin dapat dikatakan hanya Indosiar yang masih setia dan konsisten menayangkan anime di layar kaca hingga kini. Sebut saja “Digimon”, “Inuyasha”, “Gundam Seed”, “Dragon Ball”, “Detective Conan”, “GTO”, “Naruto” dan masih banyak anime yang pernah dan sedang ditayangkan di Indosiar.

   Popularitas anime pun makin menggila setelah VCD dan DVD anime bajakan begitu mudah didapatkan di seantero Indonesia, tidak hanya dijual di pusat-pusat perbelanjaan, bahkan mudah didapatkan melalui internet. Para otaku, sebutan untuk penggemar anime dan manga, di Indonesia pun memberikan andil atas populernya genre tersebut dengan membentuk berbagai komunitas baik di dunia nyata ataupun di internet seperti milis dan forum.

   Dalam artikel Michael O’Connell “A Brief History of Anime” dalam buku “Otakun 1999 Program Book” (1999), bahwa anime sebagai film animasi telah berkembang di Jepang sejak awal abad ke-20, tetapi dalam bentuk yang sekarang, baru dimulai pada dekade 1960-an ketika Osamu Tezuka, pembuat komik yang juga bapak manga Jepang, tertarik pada animasi setelah terlibat sebagai konsultan untuk film animasi buatan Toei “Alakazam the Great” (1960) yang berdasarkan komiknya.

   Sebelum dekade 1960-an, gaya film-film animasi Jepang masih dipengaruhi oleh animasi Barat terutama animasi produksi Walt Disney. Menurut O’Connell, Tezuka membawa gaya baru dalam pembuatan anime terutama pada desain karakter dan juga penggunaan ekspresi emosi yang kaya. Desain karakter Osamu Tezuka yang menyederhanakan karakter wajah, pembuatan mata yang besar dan penggunaan ekspresi emosi pada karakter anime dan manga itulah membawa pengaruh dahsyat pada industri anime Jepang setelah Perang Dunia II.

   Lompatan terbesar yang dibuat di dunia anime ketika serial anime di televisi berjenis fiksi ilmiah meledak di pasaran. Hal ini terjadi berkat serial animasi “Uchu Senkan Yamato ” (di Amerika dikenal sebagai “Space Battleship Yamato”) karya Leiji Matsumoto mampu menangkap imanjinasi penontonnya. Leiji Matsumoto yang dianggap sebagai bapak anime fiksi ilmiah juga menginspirasi banyak anime bergenre fiksi ilmiah populer antara lain “Uchu Kaizoku Captain Harlock” dan “Galaxy Express 999″ (1999).

   Selain itu subgenre fiksi ilmiah yaitu anime mecha (robot) yang menampilkan robot-robot raksasa yang dipiloti manusia yang sebenarnya sudah ada sejak Shotaro Kaneda menciptakan “Tetsujin 28″ pada 1966 yang kemudian disusul dengan serial populer “Voltus V”. Namun pada tahun 1979 subgenre tersebut mendapat darah baru setelah mengalami interpretasi baru dengan pembuatan serial anime bertajuk “Mobile Suit: Gundam” yang disusul dengan berbagai “spin off” (keturunan) seperti “Gundam X”, “Gundam Seed”, “Gundam Destiny” dan banyak lain.

   Begitu pula dengan genre-genre lainnya yang juga populer seperti genre drama percintaan “Hana Yori Dango”, genre horor ” Angel of Darkness” dan sebagainya. Bicara tentang anime, juga tidak bisa dilepaskan dari manga. Di Jepang, pengertian anime sendiri tidak hanya mengacu pada animasi, namun juga mengacu pada manga. Terlebih lagi sebagian besar anime Jepang sering diangkat dari manga (komik Jepang), walau anime juga diangkat dari novel, game atau cerita rakyat Jepang. Selain itu, juga ada anime populer yang kemudian dibuatkan manga seperti serial “Gundam”.

   Manga dalam bentuk modern telah dimulai sejak Perang Dunia dan juga memiliki akar sejarah yang sangat tua sejak awal kesenian Jepang, namun memiliki momentum sangat berarti setelah Osamu Tezuka menciptakan karya manga fenomenal “Astro Boy” pada tahun 1951. Ga heran jika dalam perkembangannya teknik pembuatan manga sangat terpengaruh oleh gaya Osamu Tezuka karena juga memiliki karakteristik sama dengan anime seperti desain karakter wajah dan mata yang bulat besar.

   Selain itu, teknik Tezuka dalam membuat manga dengan pendekatan sinematografi mampu menyajikan kisah yang menggugah emosi pembacanya dibandingkan dengan komik Barat yang cenderung datar dari sisi emosi. Dalam proses tersebut, Tezuka telah mengajari dan menginspirasi para artis pembuat manga bagaimana memvisualisasikan dan membuat komposisi sebuah kisah manga yang dinamis dan selalu bergerak. Proses itu juga terlihat dalam pembuatan anime yang berdasarkan gambar-gambar yang dibuat tangan, walau kini dalam perkembangannya banyak menggunakan teknologi grafis komputer.

   Juga tidak boleh dilupakan jasa artis wanita Machiko Hasegawa yang menciptakan manga “Sazae-san” sejak tahun 1946. Kisah manga karya Machiko Hasegawa yang memfokuskan pada kehidupan wanita inilah menginspirasikan manga genre shojo (drama percintaan) untuk segmen pembaca gadis remaja. Tidak heran jika genre manga shojo untuk remaja wanita hingga kini pun sangat terlihat pengaruh gaya Machiko Hasegawa seperti desain karakter wajah baik pria maupun wanita yang begitu lembut dan cantik, bentuk mata yang sayu dan bulu mata yang panjang.

 - Kesimpulan: Anime adalah manga (komik) yang dikembangkan menjadi animasi.

   Sekian, semoga bermanfaat:3
   Ikuti terus Mr. Gaje tiap harinya untuk mendapat berbagai informasi, Like & Share ya guys! Mari kita bangun bersama fanspage ini agar kita memperluas wawasan bersama dan berbagi manfaat bagi semua orang. See you, #Gajeers!

   Ikuti juga Mr. Gaje di Facebook: Mr. Gaje

www.facebook.com/Mr.Gaje86

11 January 2019

Tokoh-tokoh Anime Naruto yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert


   Yo- Balik lagi pastinya dengan Mr. Gaje di sini! Gimana kabar kalian? Ya bodoamat lah. Nah seperti yang kalian tahu, hari ini Mr. Gaje akan membahas tentang "Tokoh-tokoh Anime Naruto yang Berkepribadian Extrovert, Introvert & Ambivert".
   Anyway nih guys! Buat yang suka baca artikel kayak gini tapi juga suka main Facebook, mending main Facebook sambil baca artikel aja, lebih bermanfaat kan! Di sini.


   Tapi Mr. Gaje gak bakal kasih semua tokoh ya, soalnya... Ya kamu tahu lah, banyak sekali tokoh yang muncul di anime Naruto. Belum lagi akhir-akhir ini muncul anime baru sebagai penerus anime Naruto, yaitu "Boruto, The Next Naruto Generation". Oke, tanpa basa basi lagi mari kita langsung

Motto:

"Jangan berharap lebih, jika tidak berusaha lebih." ~Gray